JBN NEWS | JAKARTA — Coba bayangkan betapa "ajaibnya" selera humor kebijakan energi kita: Pemerintah kita ini emang juara kalau urusan bikin skenario komedi di aspal.
Bayangin aja, mereka rela "nyawer" Rp 7.321 per liter—hampir seharga nasi bungkus—cuma buat jagain bensin *RON 90* alias Pertalite biar tetep sepuluh ribu perak.
Padahal, RON 90 itu oktan yang udah "pasrah" banget; bikin mesin batuk-batuk dan emisi gas buangnya bikin langit Jakarta lebih mirip kopi susu daripada biru.
Logikanya bener-bener s3 marketing alam gaib. Katanya mau komitmen kurangi polusi, tapi *RON 92* alias Pertamax yang lebih bersih dan ramah mesin malah dibiarin harganya terbang tinggi kayak layangan putus tanpa subsidi (Rp 12.300) sampai tanggal hari ini.
Ini tuh ibarat pemerintah nyuruh kita diet sehat biar nggak kena kolesterol, tapi yang dapet subsidi ugal-ugalan malah minyak goreng curah, sementara buah-buahan harganya dibiarin selangit.
Duit subsidi yang segede gaban itu larinya ke mana?
Ya jelas, menguap gitu aja lewat knalpot jadi asep yang kita hirup bareng-bareng di lampu merah.
Triliunan rupiah uang rakyat cuma abis buat "ngebakar" masa depan paru-paru kita sendiri.
Mungkin prinsip pejabat kita simpel aja: "Gak apa-apa udara butek dan rakyat napasnya megap-megap, yang penting angka di papan SPBU tetep kelihatan manis dan nggak bikin demo."
Jadi, selamat menikmati subsidi oktan rendah ini.
Kita dipaksa setia sama polusi dengan iming-iming harga murah, sambil sesekali dengerin pidato soal go green yang kedengarannya makin kayak dongeng sebelum tidur.
Emang paling jago deh urusan bikin kebijakan yang antara niat sama praktiknya sejauh bumi dan langit! (Syam RS)


