ROMA, ITALIA – Tembok oposisi di Senat Italia akhirnya runtuh. Di bawah kepemimpinan Stefania Craxi, Komisi Pertahanan secara resmi memberikan "Parere Favorevole" (pendapat setuju) atas hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi kepada Indonesia.
Langkah ini bukan sekadar urusan "bagi-bagi" kapal bekas, melainkan sebuah manuver High-Stakes Diplomacy yang mengunci Jakarta dalam orbit industri pertahanan Italia.
Wakil Menteri Pertahanan Perego di Cremnago secara gamblang menyebut ini sebagai penguatan interoperabilitas. Bagi Indonesia, Garibaldi adalah lompatan kuantum.
Menghadirkan kapal induk ke dalam jajaran armada berarti mengubah doktrin TNI AL dari Green Water Navy menuju Blue Water Navy yang mampu memproyeksikan kekuatan jauh melampaui zona ekonomi eksklusif.
Namun, di balik retorika "negara sahabat", persetujuan ini adalah kemenangan bagi raksasa industri seperti Fincantieri dan Leonardo.
Dengan Garibaldi di tangan Indonesia, kontrak-kontrak perawatan, pemutakhiran sistem senjata, hingga pengadaan jet tempur atau helikopter maritim yang kompatibel akan otomatis mengalir ke perusahaan-perusahaan Italia. Ini adalah strategi "pengunci" yang sangat efektif di tengah persaingan ketat pasar senjata global. (*)


