-->
  • Jelajahi

    Copyright © JBN NEWS | Jaringan Berita Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Follow us on

    DHC Kejuangan 45 Pemalang : Monumen Gambangan Moga Kolaborasi Edukasi Patriotisme dan Wisata

    JBN.co.id
    Minggu, 15 Agustus 2021, 19:55 WIB Last Updated 2021-08-15T12:55:06Z

    JBN NEWS ■ Dewan harian cabang (DHC) kejuangan 45 Kabupaten Pemalang, saat ini sedang meneruskan pembangunan "Monumen Perjuangan Gunung Gambangan" di Hutan pinus, Gondang, Ds Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.

    Secara  Geografis, petak 27 ( lok monumen)  Administratur di bawah kepemilikannya Perhutani Pekalongan barat yang berkantor di Kecamatan Procot, Kabupaten Tegal.

    Berdasarkan kesepakatan pihak terkait, demi  kepentingan pembinaan Generasi muda, maka Petak tersebut, telah di multi fungsikan menjadi destinasi wisata Alam, perkemahan dan salah satu rute Olahraga Motor Trail/ Trabas dan sekarang tahap penyelesaian Monumen Juang Gambangan.

    Dasar pokok didirikannya bangunan tersebut mendapat dukungan dari DANLANAL TNI AL Tegal, Ridwan Azis,M,Tr,Hanla. CHRMP(Letkol Mar NRP 14473/P), pada tanggal 12 Agustus 2020. 

    Saat DHC 45 Kabupaten Pemalang berkunjung untuk pembahasan kaitan sejarah pertempuran 11 Oktober 1947, yang mengakibatkan Gugurnya empat orang Anggota ALRI, pejabat Daerah/BPRI, anggota Polri dan korban luka serta di buang ke Nusakambangan akibat tertangkap, hingga mencapai 64 orang seluruhnya.

    Pada saat itu, Dusun Gondang di jadikan pos komando yang mengatur sektor Gajah nguling Ds Gambuhan Kec Pulosari. Di pimpin oleh Kapten Laut Petrus, A.Rorong beranggotakan: Duljalil, Misa, Sudarsono Asmuni mereka anggota  Angkatan laut Republik  Indonesia (ALRI)

    Slamet (polri).1H Sodli  warga Banyumudal dan 1 anggota BKRI di bantu TNI turut bergabung pejuang pemuda  pimpinan Slamet (anggota polri) terkenal dengan sebutan"Pemuda Naga Laut". 

    11 Oktober 1947  markas pejuang di satroni pasukan Belanda dan terjadi pertempuran sengit sekitar pukul 08.00-12.00 wib.


    Meskipun pihak Belanda mengalami lebih banyak korban tewas maupun luka, namun pihak RI harus menerima kenyataan, enam putra putra terbaiknya, antara lain 4 orang anggota Alri, seorang warga, 1 orang anggota BPRI gugur dalam peristiwa itu.

    Demikian sekelumit cacatan sejarah yang diungkap para pelaku sejarah jelang perayaan HUT RI Ke-76, belum lama ini.

    Sementara H. Luruh Sayono.SH. beserta  rombongan, dalam wawancara singkat dengan JBN NEWS, veteran perang ini, mengharapkan agar monumen Gambangan menjadi salah satu pembelajaran bagi generasi muda, bahwa kemerdekaan yang sedang di nikmati sekarang, di peroleh atas karunia Allah, melalui proses panjang dan  pengorbanan jiwa, raga, harta bahkan nyawa.

    "Jiwa patriotisme mereka (para pahlawan) hendaknya menjadi suri tauladan bagi penerus perjuangan Bangsa ini," katanya, pada Minggu (15/8).


    Menyinggung perayaan kemerdekaan RI ke 76 di saat pandemi, DHC Kabupaten Pemalang menekankan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan aturan yang diberlakukan oleh pemerintah, agar tidak tertular dan menularkan Covid 19.

    "Selain itu prokes harus di jaga, seperti mencuci Tangan, menjaga jarak, memakai masker, membatasi kerumunan, membatasi mobilitas, mboten pareng ngeyel dan mboten Maido.
    Sesuai thema  peringatan Kemerdekaan RI ke 76, Indonesia Tangguh  Indonesia Tumbuh," pungkasnya.

    ■ Himawan


    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini