-->
  • Explore

    Copyright © JBN NEWS | Jaringan Berita Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pemberdayaan Masyarakat Desa Tanggunggunung Lewat Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

    JBN.co.id
    Kamis, 25 Maret 2021, 22:58 WIB Last Updated 2021-03-25T15:58:04Z
    Pemberdayaan Masyarakat Desa Tanggunggunung Lewat Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

    JBN NEWS ■ Pemerintah Desa Tanggunggunung, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan  pelatihan pembuatan pupuk organik, pada Kamis (25/3/2021).

    Giat pelatihan ini dibagi dua sesi. Pada sesi pertama, mengulas pembuatan pupuk organik padat, dilaksanakan hari ini. Sedangkan untuk sesi kedua, pembuatan pupuk organik cair akan dilaksanakan pada hari Jumat (26/2/2021) besok.

    Kepala Desa Tanggunggunung berhalangan hadir, lalu di wakili oleh sekdes beserta Staf, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Tanggunung. 

    Sementara Camat Tanggunggunung diwakili oleh Mudawam selaku Kasi Pemberdayaan Perekonomian masyarakat, Penyuluh pertanian, Kecamatan Tanggunggunung, Pengurus hingga anggota karang taruna Desa Tanggunggunung. 

    Menariknya, dalam giat ini Kelompok Tani Sempulur Makmur menghadirkan Mas Timour.Amd.SH Selaku Ketua Presidium Penyuluh Pertanian sebagai Motivator sekaligus Pemateri yang digandeng oleh Bapak Ahmad Rojik dari Penyuluh Pertanian Swasta.

    Pemberdayaan Masyarakat Desa Tanggunggunung Lewat Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik

    "Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian, baik kualitas maupun kuantitas. Manfaat lainnya, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan," jelas Gito. 

    Gito menambahkan, penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan.

    Pada bagian lain, Ketua presidium penyuluh pertanian Mas Timour mengungkapkan, "melihat kontruksi lahan yang ada di desa tanggunggunung setelah dilakukan uji lab, seharusnya kesuburan lahan diatas 5 %, namun rielnya saat ini hanya 2%.

    Menurutnya, hal  tersebut terjadi dikarenakan penggunaan pupuk kimia sangatlah dominan dan sebaliknya sangat sedikit sekali penggunaan pupuk organik. 

    "Padahal ketersediaan bahan baku di desa tanggunggunung sangat besar terbukti banyaknya masyarakat yang  mempunyai ternak sapi dan kambing," jelasnya.

    Dilanjutkan oleh Bapak Rojik sebagai pemateri yang kedua menekankan," ketergantungan dengan pupuk kimia tidak baik untuk kesuburan Lahan dan terutama bagi kesehatan Munusia.

    "Wacana dari pemerintah tentang pengunaan pupuk organik dalam mengurangi pengunaan pupuk kimia sebagai pencanangan program kedepan, maka dari itu kita buat terobosan pemberdayaan masyarakat melalui Pelatihan ini dengan tujuan memulai Kreatifitas dari lini bawah," cetusnya. (BY)

    Your comment

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA TERBARU

    loading...