-->
  • Explore

    Copyright © JBN NEWS | Jaringan Berita Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dua Warga Bukateja Tewas, Seorang Tersambar Petir Satu Lainnya Tertimpa Pagar

    JBN.co.id
    Sabtu, 23 Januari 2021, 13:20 WIB Last Updated 2021-01-23T06:20:12Z
    Dua Warga Bukateja Tewas, Seorang Tersambar Petir Satu Lainnya Tertimpa Pagar

    JBN NEWS ■ Peristiwa nahas menyebabkan dua orang tewas terjadi di dua lokasi berbeda wilayah Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, pada Jumat (22/1/2021). Satu warga meninggal akibat tersambar petir, satu lainnya meninggal akibat tertimpa pagar tembok.

    Kapolsek Bukateja Iptu Wartono saat dikonfirmasi, Sabtu (23/1/2021) mengatakan, bahwa warga tersambar petir terjadi di persawahan Desa Majasari. Peristiwa tersebut terjadi sekitar jam 14.45 WIB.

    Korban yaitu Achmad Mujamil (60) seorang petani warga Desa Majasari RT 2 RW 3. Ia tersambar petir saat hendak pulang dari sawah ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

    "Korban sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawa korban tidak tertolong. Akibat tersambar petir, korban menderita luka bakar di sejumlah bagian tubuh," kata kapolsek.

    Kapolsek menambahkan, peristiwa kedua terjadi di wilayah Desa Cipawon, Kecamatan Bukateja. Seorang warga tewas tertimpa bangunan pagar tembok saat bekerja memindahkan pasir yang akan digunakan untuk pembangunan rumah.

    Korban bernama Chamdani (46) warga Desa Karangcengis RT 3 RW 7, Kecamatan Bukateja. Saat kejadian korban sedang memindahkan pasir di rumah milik Nurul Khasanah di Desa Cipawon RT 5 RW 4, yang masih kerabatnya.

    Dua Warga Bukateja Tewas, Seorang Tersambar Petir Satu Lainnya Tertimpa Pagar

    "Berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian korban bersama dua anaknya sedang memindahkan pasir di dekat tembok. Tiba-tiba tembok roboh dan menimpa korban," kata kapolsek.

    Korban tertimpa tembok dalam posisi tengkurap. Setelah kejadian korban sempat ditolong warga dan dilarikan ke rumah sakit. Namun korban akhirnya meninggal dunia.

    Kapolsek menjelaskan dari hasil pemeriksaan di TKP penyebab tembok pagar yang terbuat dari batu bata roboh akibat kondisinya yang sudah lapuk. Tembok pagar berukuran 3x13 meter telah berusia kurang lebih 20 tahun. Selain itu, kontruksi pondasi hanya numpang.

    ■ Imam Santoso/Hms
    Your comment

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA TERBARU