• Explore

    Copyright © JBN NEWS | Jaringan Berita Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pemkab Sumenep Anggarkan Rp 2,5 Miliar Untuk Antisipasi Covid-19

    JBN NEWS | National Network
    Thursday, March 26, 2020, 19:32 WIB Last Updated 2020-03-26T12:32:46Z

    JBN NEWS ■ Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah menganggarkan Rp 2,5 miliar untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten setempat.

    Hal ini disampaikan Bupati Sumenep, A Busyro Karim saat menggelar press confrens terkait Covid-19 di ruang pertemuan RSUD dr H Moh Anwar Sumenep, Selasa (17/3/2020). Konferensi pers tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan ketua Tim Kewaspadaan Covid-19 RSUD setempat.

    “Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 ini, kami sudah mempersiapkan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar. Dan kami akan koordinasi dengan DPRD karena ini mendahului Perubahan APBD,” kata Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Selasa (17/3/2020).

    Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan takut terkait virus Corona ini. Apalagi, berdasarkan data medis hingga saat ini tidak ada warga Sumenep yang terjangkit virus tersebut.

    Selain itu, Pemkab juga sudah membentuk tim khusus untuk menangani virus Covid-19. Tim tersebut tidak hanya RSUD namun terstruktur hingga di Puskesmas.

    BACA JUGA: Studi: Kasus Corona di Indonesia Capai 34.200 Pasien

    “Saya tegaskan pada saat ini bersama jajaran forkopimda ingin menyatakan bahwasanya sumenep ini saya kira tidak perlu ada rasa takut yang berlebihan. Karena kami semua jajaran forkopimda siap untuk mengantisipasi itu semua,” tegas Bupati Sumenep.

    Sementara, Ketua Tim Kewaspadaan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah dr H Moh Anwar Sumenep dr Andri Dwi Wahyudi mengatakan, hingga saat ini belum ada pasien yang terbukti secara medis positif Corona.

    Meski beberapa waktu lalu beredar isu ada tiga orang warga Sumenep yang terjangkit virus Corona, namun pihaknya memastikan bahwa secara medis, isu tersebut tidak benar.

    “Seperti satu pasien dalam pemantauan karena kekurangan cairan, statusnya ia dari luar negeri, hanya dilakukan rawat jalan, kedua dari luar negeri yang memang punya riwayat penyakit dan ketiga itu status pasien biasa, yang dirujuk ke Surabaya karena gejala penyakit radang paru-paru, tapi bukan Covid-19,” jelasnya.(Ros/Dan)

    Your comment

    Tampilkan

    No comments:

    Post a Comment

    BERITA TERBARU

    loading...
    loading...