Pendekatan Religius Kapolri Disorot, JAMIRA: Polri Perlu Makin Dekat dengan Masyarakat

JBN NEWS
Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:36 WIB Last Updated 2026-10-15T14:43:43Z

JAKARTA, JBN NEWS — Jaringan Media Indonesia Raya (JAMIRA) mengapresiasi pendekatan religius yang ditunjukkan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melalui silaturahmi dengan ulama dan kegiatan keagamaan. Pendekatan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat.

Ketua Umum JAMIRA, RM Gusti Haes mengatakan, kepemimpinan kepolisian tidak hanya diukur dari penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi, keteladanan, dan kepercayaan publik.

"Keteladanan religius akan semakin bermakna ketika tercermin dalam pelayanan yang adil, penegakan hukum yang profesional, dan komunikasi yang santun kepada masyarakat," kata Gusti, pada Kamis (15/10) saat menerima kunjungan aktifis dan sejumlah jurnalis di Kawasan Kalibata City, Jakarta.

Menurut dia, silaturahmi Kapolri dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta keterlibatan dalam kegiatan ibadah yang disebut dalam informasi tersebut, menunjukkan pentingnya hubungan antara institusi kepolisian dan tokoh agama.

JAMIRA menilai pendekatan yang mengedepankan nilai keagamaan, kesantunan, dan penghormatan terhadap ulama dapat menjadi modal untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara aparat dan masyarakat.

"Pendekatan yang religius dan humanis dapat menjadi ruang untuk memperkuat kedekatan polisi dengan masyarakat. Kami berharap semangat itu juga tercermin dalam pelayanan, penegakan hukum, dan komunikasi Polri di ruang digital," kata Ketua Umum JAMIRA.

Ia juga menyoroti pentingnya etika komunikasi di media sosial. Di tengah cepatnya penyebaran informasi dan meningkatnya potensi konflik di ruang digital, komunikasi yang santun dan bertanggung jawab diperlukan untuk menjaga ruang publik tetap sehat.

Namun, perubahan suasana ruang digital tidak dapat hanya diukur dari simbol atau kegiatan keagamaan seorang pejabat. 

"Konsistensi pelayanan kepolisian, transparansi penegakan hukum, respons terhadap pengaduan masyarakat, serta sikap personel di lapangan juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik," kata dia.

JAMIRA, lanjut RM Gusti Haes, berharap pendekatan kepemimpinan yang dekat dengan tokoh agama dan masyarakat dapat diterjemahkan ke dalam praktik kelembagaan yang berkelanjutan.

"Sebab, kedekatan polisi dengan masyarakat perlu tercermin bukan hanya dalam kegiatan seremonial, melainkan juga dalam pelayanan yang adil, profesional, dan terbuka terhadap kritik," pungkasnya. (Jamira)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pendekatan Religius Kapolri Disorot, JAMIRA: Polri Perlu Makin Dekat dengan Masyarakat

Trending Now

Iklan