YOGYAKARTA, JBN NEWS — Pemerintah Indonesia menjadikan Program Pemagangan Nasional sebagai salah satu prioritas untuk mengurangi kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan tenaga kerja industri, kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
Program tersebut memberi peserta pengalaman kerja dan pelatihan selama enam bulan, dengan uang saku yang disesuaikan dengan upah minimum kabupaten/kota.
Saat meninjau pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch 2 Angkatan II di PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko di Yogyakarta pada Rabu (7/10), Yassierli mengatakan pengalaman kerja langsung diperlukan untuk membantu lulusan menyesuaikan kompetensinya dengan kebutuhan perusahaan.
Sebanyak 40 peserta mengikuti pemagangan di bidang branding dan marketing pada perusahaan tersebut.
Menurut Yassierli, masa pemagangan tidak harus berakhir dengan peserta bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani program. Pengalaman, peningkatan kompetensi dan jaringan yang diperoleh selama enam bulan dinilai dapat memperbesar peluang peserta memasuki pasar kerja.
Program itu juga memberi perusahaan kesempatan mengidentifikasi calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Kalau kinerjanya baik dan kompetensinya sesuai, tentu peluang untuk diterima bekerja akan semakin besar,” kata Yassierli, hari ini.
Ia mengatakan perusahaan dapat merekrut peserta yang menunjukkan kinerja dan kompetensi sesuai kebutuhan, sehingga program pemagangan sekaligus berfungsi sebagai salah satu jalur pencarian talenta bagi industri. (Sri Lestari)


