Ngopi Cetar Jakarta Timur Bangun Sinergi Warga, Polisi dan Tokoh Masyarakat untuk Menekan Tawuran

JBN NEWS
Senin, 15 Juni 2026 | 14:36 WIB Last Updated 2026-06-15T07:36:12Z

JBN.CO.ID | JAKARTA — Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar kegiatan "Ngopi Cetar (Smart Chat untuk Mencegah Perkelahian)" sebagai upaya memperkuat pencegahan perkelahian dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif penggunaan media sosial.

Kegiatan yang berlangsung di aula lantai 3 Kantor Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, pada Kamis (11 Juni 2026) ini dibuka oleh Sekretaris Pemerintah Kota Jakarta Timur, Eka Darmawan. 

Dalam sambutannya, Eka menekankan pentingnya kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat, khususnya dalam mencegah perkelahian yang melibatkan generasi muda.

Menurutnya, pencegahan perkelahian tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, dan organisasi masyarakat di tingkat lingkungan.

“Kita harus membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga keamanan lingkungan adalah tanggung jawab semua elemen masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, berbagai potensi konflik, termasuk perkelahian, dapat dicegah sejak dini,” kata Eka.

Kepala Unit Pengembangan Masyarakat Kepolisian Metro Jakarta Timur, AKBP Dedi Nurhadi, menyampaikan presentasi tentang Sinergi Masyarakat dan Kepolisian dalam Menangani Perkelahian di Jakarta Timur. 

Dalam presentasinya, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi sejak dini dan membangun komunikasi yang baik dengan aparat keamanan untuk mencegah perkelahian.

Sementara itu, Cyril Raoul Hakim, Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, menyampaikan presentasi “Komunikasi untuk Rekonsiliasi dalam Menangani Perkelahian dan Membawa Jakarta Menjadi Kota Global.” 

Ia menjelaskan bahwa pendekatan komunikasi yang efektif dan edukatif merupakan strategi penting untuk membangun rekonsiliasi dan mencegah konflik sosial di dalam masyarakat.

Ari Budi Yuswanto, Pelaksana Tugas Kepala Sub-Dinas Kesbangpol Kota Jakarta Timur, menyatakan bahwa acara Ngopi Cetar berfungsi sebagai ruang pendidikan dan rekonsiliasi bagi masyarakat, mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap keselamatan dan keamanan lingkungan.

Menurut Ari, forum ini juga bertujuan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam mencegah perkelahian, sekaligus mengumpulkan masukan dan aspirasi dari warga sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengurangi pengaruh negatif media sosial, yang seringkali memicu konflik dan perkelahian di kalangan pemuda.

"Kami berharap setelah pertemuan ini, setidaknya kita dapat mengurangi hal tersebut dengan memantau media sosial, termasuk akun-akun yang terkait dengan perkelahian dan yang menyebarkan konten negatif lainnya. 

Hal ini dapat dicegah dengan mendidik anak-anak kita tentang bagaimana menjaga kawasan Klender dan sekitarnya tetap damai, kondusif, dan tertib," kata Ari.

Acara tersebut dihadiri oleh 50 peserta dari Kecamatan Duren Sawit dan Pulo Gadung. Peserta termasuk perwakilan dari Dewan Kota, Gerakan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Forum Peringatan Dini Masyarakat (FKDM), Badan Konsultatif Kelurahan (LMK), pengurus perkumpulan warga (RT/RW), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi pemuda (Karang Taruna).

Selama diskusi, warga menyampaikan beberapa saran, termasuk kebutuhan fasilitas olahraga di Desa Klender, Kecamatan Duren Sawit, dan Desa Cipinang, Kecamatan Pulo Gadung. Warga percaya bahwa fasilitas olahraga dapat memberikan wadah positif bagi kaum muda untuk menyalurkan energi, minat, dan kreativitas mereka, sehingga mencegah perilaku negatif, termasuk perkelahian.

Melalui program Ngopi Cetar, Pemerintah Kota Jakarta Timur berharap dapat terus mengurangi jumlah perkelahian dan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, harmonis, dan kondusif melalui keterlibatan aktif semua lapisan masyarakat. (hm/R/01)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ngopi Cetar Jakarta Timur Bangun Sinergi Warga, Polisi dan Tokoh Masyarakat untuk Menekan Tawuran

Trending Now

Iklan