-->
  • Explore

    Copyright © JBN NEWS | Jaringan Berita Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Buntut Rekom DPP, Kader Khawatir Suara PAN Bakal Pecah Di Pilkada Sumenep

    JBN NEWS | National Network
    Tuesday, June 9, 2020, 19:05 WIB Last Updated 2020-06-09T12:05:12Z
      Buntut Rekom DPP, Kader Khawatir Suara PAN Bakal Pecah Di Pilkada Sumenep

    JBN NEWS ■ Tensi politik di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mulai memanas. Meski pelaksanaan Pilkada baru akan digelar pada 9 Desember 2020 nanti.

    Naiknya tensi politik ini setelah DPP Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mengeluarkan rekomendasi dengan mengusung pasangan Achmad Fauzi- Dewi Khalifah pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumenep. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan DPP PAN nomor PAN/A/Kpts/KU-SJ/030/IV/2020 tertanggal 17 April 2020.

    Sebab, rekomendasi DPP PAN dinilai tidak sesuai hasil rapat pleno di DPD PAN Sumenep yang digelar beberapa waktu lalu. Pada saat itu, DPD PAN Sumenep bersepakat mengusung Ketua DPD Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM-PAN Sumenep, Hairul Anwar.

    "Kami mempertanyakan kepada DPD PAN Sumenep terkait turunnya rekom yang tidak sesuai dengan hasil rapat pleno. Apalagi rekom ini turun kepada calon yang bukan kader PAN," kata Koordinator DPC PAN, Tabrawi Santoso usai rapat koordinasi bersama beberapa pengurus DPC, pada Selasa (9/6/2020).

    Pria yang akrab disapa Tabrawi menjelaskan, pada saat rapat pleno yang dihadiri 47 kader PAN, semuanya mendukung Hairul Anwar untuk maju pada Pilbup Sumenep mendatang dan berpasangan dengan Fattah Yazin. Tetapi faktanya, surat rekomendasi DPP PAN mendukung bakal calon bupati dan wakil bupati Achmad Fauzi-Dewi Khalifah.

    Dari itu, pihaknya mengaku khawatir dukungan kader dengan lambang matahari ini bakal pecah pada Pilkada nanti. Sebab, banyak pengurus DPC PAN yang kecewa dengan turunnya rekom kepada calon yang justru tidak pernah datang ke kantor DPD PAN Sumenep.

    "Tentu kecewa. Dari kekecewaan itu dukungan Pengurus DPC PAN tidak akan satu suara. Ini bukan kesalahan pengurus DPC, tetapi bentuk kekecewaan," tukasnya.(Hoki)


    Your comment

    Tampilkan

    No comments:

    Post a Comment

    BERITA TERBARU

    loading...
    loading...