-->
  • Jelajahi

    Copyright © JBN NEWS | Jaringan Berita Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sepekan Tidak Ditemukan, Pencarian Wayan Korti Dihentikan Tim SAR

    JBN.co.id
    Rabu, 13 Oktober 2021, 02:40 WIB Last Updated 2021-10-12T19:40:40Z

    JBN NEWS ■ Sudah sepekan pencarian nelayan yang hilang di wilayah  perairan Bunutan, yakni Wayan Koti Arta (53) warga Br. Dinas Banyuning, Kelurahan Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem dilaksanakan oleh Basarnas Bali melalui Tim SAR Gabungan namun masih nihil juga. 

    Tim SAR Gabungan pada Selasa, (12/10/2021) akhirnya menghentikan upaya pencarian, mulai pukul 15.00 Wita. Setelah sebelumnya pencarian digencarkan tidak hanya di perairan namun juga di sepanjang pantai. 

    "Sejak hari pertama, hingga hari ke tujuh pencarian, Tim kami sudah mengerahkan alut SAR Laut untuk menyisir lokasi hilangnya korban, tapi tanda tanda korban ditemukan sangat kecil, " ungkap Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana pada keluarga korban. 

    Dirinya juga menyampaikan kepada keluarga korban bahwa upaya pencarian yang dilakukan selama tujuh hari sudah dilaksanakan secara maksimal, namun pencarian belum membuahkan hasil.

    Sejak pagi tadi Tim SAR Gabungan memulai pencarian menggunakan dua unit rubber boat dari Basarnas dan BPBD Kabupaten Karangasem. Beberapa unsur SAR yang terlibat dalam operasi SAR diantaranya Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polairud Polda Bali, Polairud Polres Karangasem, SPKKL Bakamla Bali, Balawista BPBD Karangasem, TNI AL Pos Candidasa dan kelompok nelayan setempat. 

    Disisi lain Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Gede Darmada, S.E.,M.AP. menyampaikan bahwa penghentian pencarian Operasi Pencarian dan Pertolongan terhadap I Wayan Koti Arta sudah dilaksanakan sesuai dengan SOP dan telah dievaluasi. 

    "Jadi sesuai SOP pencarian dilaksanakan selama tujuh hari, apabila tidak ada tanda - tanda korban ditemukan, maka operasi SAR akan ditutup, namun apabila setelah itu terdapat tanda - tanda baru atas pencarian korban maka operasi SAR dapat dibuka kembali," terang Darmada. 

    "Kami juga telah menyampaikan hal ini kepada pihak keluarga dan dihadiri oleh Camat Abang Karangasem, Perbekel Bunutan dan Kadus Banyuning," tutup Darmada. (Ami)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU

    KRIMINAL

    +